BANDUNG – Pasca gempa di Kabupaten Garut yang terjadi Sabtu, 27 April 2024 malam berdampak pada kerusakan rumah di wilayah Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Kapolsek Pangalengan, AKP Edi Pramana membenarkan ada 11 bangunan yang terdampak dan mengalami kerusakan akibat gempa Garut yang terjadi Sabtu (27/4/2024) malam.
Menurut Edi, dari data yang diterima jajaran Polsek, 11 bangunan terdampak itu berada di 7 Desa. Sebanyak 4 rumah di Desa Wanasari, 2 rumah di Desa Margamekar, 1 rumah di Desa Lamajang dan 1 rumah di Desa Margamukti. Sisanya Masjid Agung Pangalengan dan SDN Sukaluyu mengalami retak.
“Ada beberapa bangunan yang rusak, namun bukan rusak sepenuhnya hanya saja beberapa bagian seperti dinding dan juga keramik yang rusak,” katanya saat memantau rumah rusak di Desa Margamekar, Minggu (28/4/2024).
Seluruh bangunan yang rusak, kata Kapolsek Edi, hanya masuk dalam kategori rusak ringan.
“Tidak terkategorikan rusak berat, hanya rusak ringan berupa retakan dan juga ada bata hancur dibeberapa bagian rumah,” ujarnya.
Ia menyebut, terdapat Satu korban yang mengalami luka goresan akibat menghindari reruntuhan bangunan.
“Korban luka ada, namun hanya goresan saja Satu orang,” jelasnya.
Langkah awal, lanjut dia, sebagian rumah yang rusak akibat gempa ditutupi oleh terpal agar tetap aman apabila turun hujan.
“Saat ini kami masih melakukan pendataan dan selanjutnya kami berkoordinasi dengan BPBD serta instansi terkait,” bebernya.
“Semalam sudah melakukan pengecekan dan Alhamdulilah tadi pagi sampai siang ini sudah koordinasi dengan BPBD sudah dilakukan bantuan utntuk perlindungan sementara kami lakukan sebagai oencegahan lanjut terhadap adanya hujan atau angin,” lanjutnya.
Pihaknya meminta kepada warga Pangalengan, apabila terjadi gempa agar segera mengevakuasi diri ke titik-titik yang sudah ditentukan oleh tim mitigasi bencana baik dari BPBD atau Kecamatan.
“Untuk warga Pangalengan apabila terjadi gempa kita sudah melakukan mitigasi dengan pihak terkait seperti kecamatan dan BPBD apabila terjadi gempa menuju titik poin atau berlindung pada tempat-tempat yang aman seperti di bawah meja yang kedudukannya kuat. Kuncinya, silahkan ikuti mitigasi yang sudah ada di masing-masing lingkungan,” kata Edi.***(EZ).





Discussion about this post