BANDUNG- Caleg DPR Dede Yusuf Macan Effendi membuktikan punya strategi jitu. Sebab, meskipun dikepung para tokoh hebat dan kondisi masyarakat yang makin pragmatis, Dede Yusuf tetap terpilih.
Bahkan, raihan suara Dede Yusuf di dapil Jabar II tembus 210 ribu suara. Capaian yang tidak mudah mengingat persaingan makin ketat. Bahkan jauh lebih pragmatis.
Begitulah kesimpulan staf pengajar FISIP Unpad Dr Ramadan Pancasilawan. “Strategi grassroot yang disusun Kang DY sangat kuat, ditandai pemilih tidak bergeming dengan strategi jangka pendek oleh kontestan lainnya,” ujar Ramadan, Jumat (8/3/2024).
Di Jabar II terjadi “perang bintang”. Ada mantan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (PKS). Lalu, dua mantan Bupati Bandung Dadang Naser (Golkar) dan Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan (PDIP).
Berikutnya, Cucun Ahmad Syamsurijal yang punya posisi kuat di PKB. Selain ketua Fraksi dan wakil ketua Banggar DPR, Cucun juga direktur Pileg LPP DPP PKB. Di akar rumput, Cucun dapat support dari Bupati Dadang Supriatna yang juga ketua DPC PKB.
Menurut Ramadan, ada dua perubahan yang dihadapi Dede Yusuf di dapil Jabar II. Keduanya bisa bertolak belakang.
“Kultur masyarakat yang berubah. Satu ada yang meningkat pemahaman Politik dan Keberlangsungan Program, tapi ada juga pemahaman masyarakat yang pragmatis singkat,” papar doktor Administrasi Publik Unpad ini.
Istilah “pragmatis singkat” yang disebut dosen pascasarjana Unpad ini tentu mengacu pada diksi serangan fajar dan sejenisnya. Hebatnya, Dede Yusuf bisa eksis di tengah fenomena tersebut.

Ramadan menyebut ada tiga variabel yang jadi kekuatan Dede Yusuf. Pertama, profil positif politikus senior Partai Demokrat ini.
“Profil yang selalu terkenal di masyarakat tanpa ada isu miring, ditambah tampilan dan pendidikan yg bagus makin memperkuat profil Kang DY,” tambahnya.
Variabel kedua, lanjut Ramadan, program yang dikeluarkan Dede Yusuf dalam kapasitas sebagai wakil ketua Komisi X DPR dinilainya semua tepat sasaran. Hal itu jadi kekuatan di akar rumput.
Ketiga adalah variabel strategi pemenangan tersusun dengan rapih dan baik serta bertahap. “Ini menandakan kekuatan bottom up dalam pemenangannya,” tandas Ramadan.
Strategi yang disusun Caleg dan timnya menandakan “tidak ada” strategi ‘serangan fajar dan sejenisnya. (adb/03)





Discussion about this post