BANDUNG– Banyak cara dilakukan anggota DPRD untuk menyapa masyarakat. Seperti halnya yang dilakukan Dr. M. Hailuki. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung ini menyapa emak-emak di sebuah cafe.
“Ibu-ibu tahu gak apa-apa itu artinya reses,'” ujar Hailuki saat menyapa warga Desa Ciluncat, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, Minggu (17/11/2024).

Turut hadir Sekcam Ciluncat, petugas Polsek, dan Koramil setempat. Lalu ketua BPD Ciluncat. Lebih 125 orang hadir dalam reses Hailuki tersebut.
Kepada emak-emak, Hailuki menjelaskan bahwa reses adalah jeda persidangan. Setelah tiga bulan padat dengan agenda sidang di DPRD, setiap wakil rakyat diberi waktu untuk menyapa warga di dapil.

“Reses itu bukan hanya kumpul-kumpul. Reses harus ada aspirasi yang disampaikan oleh warga. Kalau reses tidak ada aspirasi itu namanya gibah,” kelakar Hailuki.
Kepala Bakomstra DPD Partai Demokrat Jabar ini minta warga tidak ragu. Setiap yang hadir dipersilakan menulis aspirasi di lembar yang telah disiapkan. “Tulislah sebanyak mungkin,” kata Hailuki.
Ditegaskan juga, reses didanai oleh APBD. Oleh karena itu, semua yang hadir harus terdata dan tertulis.

Hailuki mengaku cinta dengan masyarakat Ciluncat. Sebab, pada Pemilu lalu banyak warga Ciluncat yang memilih dirinya. “Ada 1.083 warga yang memilih saya di Desa Ciluncat,” ungkap doktor administrasi publik dari Unpad ini. (adb/R-03)





Discussion about this post